Kerentanan keamanan serius pada mekanisme autentikasi SSH MikroTik RouterOS berhasil didemonstrasikan melalui pengujian Proof of Concept (PoC) di lingkungan laboratorium private. Pengujian menggunakan MikroTik RouterOS 7.20.8 (long-term) menunjukkan bahwa penyerang berpotensi memperoleh akses administrator tanpa mengetahui kredensial SSH yang sah.
PoC yang dikenal sebagai MikroTrick ini mengklaim memanfaatkan dua kerentanan, yaitu CVE-2026-67279 dan CVE-2026-86060, melalui manipulasi status autentikasi SSH dan hak akses sesi pengguna. Pengujian dilakukan menggunakan Python 3 dengan library Paramiko terhadap MikroTik Cloud Hosted Router (CHR) yang berjalan di atas virtualisasi QEMU.
Bagaimana Kerentanan Ini Bekerja?
Berbeda dengan serangan brute-force yang mencoba menebak password, teknik ini menargetkan kesalahan implementasi pada proses autentikasi dan pengelolaan sesi SSH RouterOS. Berdasarkan mekanisme yang dijelaskan dalam PoC, terdapat empat tahapan utama:
1. Manipulasi Status Autentikasi
PoC mengirimkan permintaan autentikasi SSH menggunakan identitas khusus -2. Meskipun autentikasi ditolak, identitas tersebut diklaim tetap tersimpan dalam status sesi internal server.
2. SSH Rekey Sebelum Autentikasi
Tahap berikutnya memanfaatkan CVE-2026-67279, yang dilaporkan memungkinkan proses negosiasi ulang kunci SSH (rekey) mengganggu pemeriksaan status autentikasi pada server.
3. Pembukaan SSH Session Tanpa Login
Setelah proses rekey, server dilaporkan menerima permintaan pembukaan SSH channel dan alokasi terminal virtual (PTY), meskipun autentikasi pengguna belum berhasil.
4. Manipulasi Identitas dan Hak Akses
Tahap terakhir dikaitkan dengan CVE-2026-86060. PoC mengklaim adanya kesalahan pemrosesan identitas dan policy mask pada komponen login internal RouterOS sehingga sesi dapat memperoleh hak administrator penuh.
Dari POC yang disebutkan dalam paper tersebut mengatakan Only the SSH service (port 22) is required; default config is vulnerable. No credentials, no user interaction. Dari hasil lab kami mencoba pada default port itu berhasil dan menggunakan custom port 2222 juga berhasil.
(venv) noc@Zabbix-Post:~$ cat mikrotik_poc.py | grep 2222
t = paramiko.Transport((host, 2222))
(venv) noc@Zabbix-Post:~$ python3 mikrotik_poc.py 10.173.80.1 system/resource/print
[1] '-2' rejected (pending in session state)
[2] rekey done (CVE-2026-67279)
[3] session channel open without authentication
[4] fd-2 identity/policy frame sent (CVE-2026-86060)
[+] full-admin RouterOS console is up
uptime: 31w2d8h55m53s
version: 7.20.8 (long-term)
Kombinasi beberapa kelemahan ini dikenal sebagai exploit chaining.
Hasil Pengujian pada RouterOS 7.20.8
Pengujian dilakukan menggunakan konfigurasi berikut:
| Komponen | Informasi |
|---|---|
| Sistem operasi | MikroTik RouterOS 7.20.8 |
| Release channel | Long-term |
| Platform | MikroTik CHR |
| Arsitektur | x86_64 |
| Virtualisasi | QEMU |
| CPU | 4 vCPU |
| RAM | 4224 MiB |
| Target | 10.173.80.1 (private lab) |
| Protokol | SSH |
| Tools | Python 3 dan Paramiko |
Perintah pengujian digunakan untuk membaca informasi sistem RouterOS melalui sesi yang dibuka oleh PoC.
Versi RouterOS yang Terdampak dan Hasil Pengujian PoC
| Kategori | Versi RouterOS | Status | Keterangan |
|---|---|---|---|
| RouterOS 6.x | Di bawah 6.49.21 | Dilaporkan rentan | Berdasarkan metadata PoC |
| RouterOS 7.x | Di atas 7.0 dan di bawah 7.23.4 | Dilaporkan rentan | Berdasarkan metadata PoC |
| RouterOS 7.24.x | Di atas 7.24.0 dan di bawah 7.24.2 | Dilaporkan rentan | Berdasarkan metadata PoC |
| Versi perbaikan | 6.49.21 / 7.23.4 / 7.24.2 | Diklaim telah diperbaiki | Mengacu pada keterangan penulis PoC |
| Pengujian penulis PoC | CHR 7.23.3 (x86_64) | Dilaporkan berhasil | Kali Linux 2025.x, Python 3, Paramiko |
| Pengujian OpsLinuxSec | CHR 7.20.8 (long-term) | Berhasil menjalankan perintah | Private lab, QEMU x86_64, Python 3, Paramiko |
Catatan: Rentang versi dan versi perbaikan mengikuti klaim metadata PoC. Pengujian OpsLinuxSec pada RouterOS 7.20.8 berhasil membuka sesi dan memperoleh output system/resource/print, tetapi belum membuktikan seluruh hak akses administrator. namun jika dijalan tanpa spesifik command maka dalam POC tersebut exploit menambahkan user yang tidak dikenali seperti output yang berada pada POC Dibawah.
Output Proof of Concept
(venv) noc@Zabbix-Post:~$ cat mikrotik_poc.py | grep "(host, 22)"
t = paramiko.Transport((host, 22))
(venv) ryan@OpsLinuxSec-Lab:~$ python3 mikrotik_poc.py 10.173.80.1 system/resource/print
[1] '-2' rejected (pending in session state)
[2] rekey done (CVE-2026-67279)
[3] session channel open without authentication
[4] fd-2 identity/policy frame sent (CVE-2026-86060)
[+] full-admin RouterOS console is up
uptime: 31w2d8h35m19s
version: 7.20.8 (long-term)
build-time: 2026-01-30 09:17:54
factory-software: 7.1
free-memory: 3787.5MiB
total-memory: 4224.0MiB
cpu: QEMU
cpu-count: 4
cpu-frequency: 2394MHz
cpu-load: 0%
free-hdd-space: 960.4MiB
total-hdd-space: 980.0MiB
architecture-name: x86_64
board-name: CHR QEMU Standard PC (i440FX + PIIX, 1996)
platform: MikroTik
Output menunjukkan bahwa PoC berhasil melewati tahapan yang dilaporkannya dan memperoleh respons dari perintah system/resource/print pada RouterOS 7.20.8, dan pengujian tanpa command alias default code seperti bawah:
(venv) ryan@OpsLinuxSec:~$ python3 mikrotik_poc.py 10.173.80.1
[1] '-2' rejected (pending in session state)
[2] rekey done (CVE-2026-67279)
[3] session channel open without authentication
[4] fd-2 identity/policy frame sent (CVE-2026-86060)
[+] full-admin RouterOS console is up
[+] full-privilege account planted: hacker / hacker
[*] log in with: ssh [email protected]
[*] when finished, remove it: /user remove hacker
Pesan full-admin RouterOS console is up berasal dari program PoC. Respons perintah sistem membuktikan bahwa sesi dapat menjalankan perintah pembacaan informasi perangkat tanpa autentikasi SSH yang berhasil. Namun, output tersebut saja belum membuktikan seluruh kemampuan administratif, seperti perubahan konfigurasi atau pengelolaan pengguna.
Dampak Keamanan
Apabila seluruh mekanisme eskalasi hak akses yang diklaim dalam PoC dapat direproduksi, dampaknya berpotensi sangat serius, terutama pada perangkat yang mengekspos layanan SSH ke jaringan publik. Risiko yang mungkin terjadi mencakup pengambilalihan konfigurasi router, perubahan routing dan firewall, pembuatan akun administrator tidak sah, hingga gangguan terhadap layanan jaringan. Kerentanan autentikasi pada perangkat jaringan perlu mendapat perhatian khusus karena router sering menjadi titik penghubung berbagai segmen jaringan dan infrastruktur penting.
Rekomendasi Mitigasi
Administrator MikroTik disarankan segera melakukan pemeriksaan keamanan, terutama pada perangkat yang menjalankan RouterOS versi lama.
- Perbarui RouterOS ke versi stabil atau long-term terbaru yang telah memperoleh perbaikan keamanan sesuai advisory resmi MikroTik.
- Batasi akses SSH hanya dari jaringan manajemen atau alamat IP administrator yang dipercaya.
- Hindari mengekspos SSH langsung ke internet apabila tidak diperlukan.
- Audit akun pengguna dan periksa keberadaan akun administrator yang tidak dikenal.
- Periksa log autentikasi, termasuk kegagalan login dengan identitas tidak biasa seperti
-2. - Gunakan VPN atau jaringan manajemen terpisah untuk administrasi perangkat.
Membatasi akses SSH dapat mengurangi permukaan serangan, tetapi tidak menggantikan pembaruan keamanan.
Kesimpulan
Pengujian PoC pada MikroTik CHR RouterOS 7.20.8 (long-term) di jaringan laboratorium private berhasil menghasilkan sesi SSH yang dapat menjalankan perintah pembacaan informasi sistem tanpa autentikasi pengguna yang berhasil. Temuan ini menjadi alasan penting bagi administrator untuk mengevaluasi versi RouterOS yang digunakan, membatasi akses layanan manajemen, dan menerapkan pembaruan keamanan sesegera mungkin.
Seluruh pengujian dilakukan pada perangkat laboratorium yang berada dalam lingkungan terkendali, bukan terhadap infrastruktur publik.
Referensi:
- Exploit-DB: https://www.exploit-db.com/exploits/52683
- MikroTik Downloads: https://mikrotik.com/download
- MikroTik Security: https://mikrotik.com/support
OpsLinuxSec — Linux, Networking & Cybersecurity Research.

I’m Ryan, a Network Engineer from Indonesia focused on network infrastructure, Server Management, and system administration, with a background in network security and cybersecurity. I enjoy building, troubleshooting, and understanding complex systems from the ground up.
